Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo S Bambang

Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo S Bambang merasa perusahaannya telah 'dirampok' oleh Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto. Dia menyebut aset pribadi dan perusahaannya disita Budi sehingga tak bisa melanjutkan proyek pengadaan driving simulator SIM R2 dan R4.

"Perusahaan saya dirampok terdakwa (Budi). Aset saya pribadi maupun Perusahaan termasuk isi-isinya di dalam. Anak, istri saya disandera selama tiga hari. Itu saya bilang dirampok," kata Sukotjo ketika bersaksi untu Budi dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (29/10/2013).

Sukotjo mengatakan, penyitaan asetnya oleh Budi dilakukan dengan kekerasan. Bahkan saat itu Budi membawa serta pihak kepolisian.

"Kalau diambil alih berarti ada yang halus, tapi iniproses dengan kekerasan di mana terdakwa mengerahan polisi, dari Polsek, Polres, Polda, Mabes Polri, termasuk Provos. Juga preman dari Patriot Pancamarga," kata Sukotjo dengan nada tinggi.

Menurut Sukotjo, saat itu dirinya sedang mengerjakan proyek simulator dan tidak ada deadline. Sementara menurut pihak Budi, Sukotjo tidak bisa menyelesaikan pengadaan simulator sesuai perjanjian, sehingga pabriknya disita dan diminta mengembalikan uang proyek yang telah dibayarkan PT CMMA.

"Semua barang yang ada di dalam situ dirampas. Jadi apakah bukan perampokan? Bagaimana saya bisa produksi kalo semua dirampas," kata Sukotjo.

Budi adalah Direktur PT CMMA, perusahaan yang memenangkan proyek pengadaan alat driving simulator SIM di Korlantas Polri. Dia didakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 88,4 miliar.

Dia juga dianggap telah memperkaya orang lain yaitu mantan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Djoko Susilo sebesar Rp 36,9 miliar, Wakakorlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo sebesar Rp 50 juta, dan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang sebesar Rp 3,9 miliar. Kemudian telah memperkaya Primkoppol Polri senilai Rp 15 miliar.

Perbuatannya disebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 144,984 miliar atau Rp 121,830. Miliar dalam perhitungan kerugian negara oleh ahli dari BPK RI.

Baca juga: Bentuk Kenegaraan.

Smartphone Premium Sony Xperia Z1

Smartphone premium Sony Xperia Z1 menawarkan kamera 20,7 megapixel dengan beragam aplikasi yang bisa dimanfaatkan pengguna. Fitur Social live memungkinkan pengguna membagikan momen secara langsung di Facebook sehingga orang lain bisa menontonnya secara streaming saat itu juga.

Objek bergerak pun dapat diabadikan dengan Timeshift burst dimana 61 gambar diambil dalam waktu dua detik, sedetik sebelum dan sesudah menekan tombol kamera. Selain itu, pengguna juga dapat menggabungkan gambar dengan pilihan animasi dengan teknologi Augmented Reality Sony SmartAR.

Dengan memotret gambar barang seperti buku, wine, atau landmark, fitur Info-eye dapat menyediakan informasi terkait gambar yang ditangkap kamera Xperia Z1. Kamera Xperia Z1 memiliki performa Sony “G Lens”, yaitu lensa dengan F2.0 dan wide angle 27mm serta juga 3x clear image zoom.

Adanya fitur BIONZ untuk ponsel, mesin pemroses gambar ber-algoritma dari kamera saku digital Sony, memastikan gambar dengan lebih sedikit noise, auto-fokus cepat, mencegah gambar terlihat buram, juga agar gambar video terlihat stabil. Ponsel yang dirilis 21 Oktober di Indonesia itu dibanderol seharga Rp8,5 juta.

Baca juga: Penyebab Do'a Tidak Terkabul.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho