VW Golf Generasi ke-7

PT Garuda Mataram Motor, sebagai agen pemegang merek (APM) Volkswagen (VW), meluncurkan VW Golf generasi ke-7 di ajang Indonesia Internasional Motor (IIMS) Show 2013, yaitu VW Golf MK7. VW Golf MK7 adalah mobil berjenis hatchback premium yang berhasil meraih penghargaan “World Car of The Year 2013” pada bulan Juni 2013 lalu.

Menurut Jonas Chendana, National Sales Manager PT Garuda Mataram Motor, VW Golf MK7 ditargetkan sampai akhir tahun ini akan terjual sebanyak 300 unit. "Golf Mk7 sudah mulai bisa dipesan pada hari ini dan pengirimannya ke rumah pada bulan depan," kata Jonas, di Booth VW IIMS 2013, Kamis 19 September 2013.

Dipeluncurannya kali ini, VW Golf MK7 mengusung tema "7 Reasons Why Golf Mk7 is World Car of Year 2013". Alasan itu adalah penampilannya yang lebih berkarakter dan dinamis, nyaman, aman, menyenangkan saat dikendarai, kabin luas, dan efisien. VW Golf MK7 dijual dengan empat varian. MK7 1.4 A/T CBU, MK7 1.4 A/T CKD, MK7 1.2 A/T CKD, dan MK7 1.2 M/T CKD.

Untuk VW Golf MK7 1.4 A/T CBU dibanderol dengan harga Rp449 juta. VW Golf MK7 1.4 A/T CKD dijual dengan harga Rp419 juta. VW Golf MK7 1.2 A/T CKD dihargai Rp369 juta. Dan VW Golf MK7 1.2 M/T CKD dibanderol dengan harga Rp346 juta. Semua itu adalah harga On the Road di DKI Jakarta. "Dengan desain dan teknologi yang diusung oleh VW Golf MK7, kami yakin mobil ini bisa menjadi favorit city car masyarakat Indonesia," tutup Jonas.

Baca juga: Cara Memilih Kertas Minyak Untuk Wajah Kita.

Masalah Kemacetan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menilai kehadiran mobil murah bakal menambah kemacetan Ibukota. Bahkan rencana kebijakan genap-ganjil atau Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar bakal sia-sia. Menanggapi hal itu, Bos Daihatsu Indonesia Sudirman MR angkat bicara. Menurutnya masalah kemacetan bukan semata-mata karena disebabkan adanya mobil murah.

"Karena macet, terus kita harus stop jualan mobil. Tentu tidak seperti itu. Karena industri otomotif itu sangat menguntungkan untuk perekonomian negara. Bahkan membuka lapangan pekerjaan terutama mobil murah, karena kita mendapatkan suplai dari produsen lokal," katanya kepada media, Selasa 10 September 2013. Dia menjelaskan, dalam pembahasan awal mobil Low Cost Green Car (LCGC), pemerintah sudah menekankan keberadaan mobil murah akan diiringi pembangunan infrastruktur transportasi massal dan pembenahan traffic management lalu lintas.

Pendapat serupa juga diungkapkan Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan. Pria berkumis itu ingin semua masyarakat melihat sisi positif dari kehadiran mobil murah. "Kalau soal itu (kemacetan) kita sudah pernah bahas. Jangan cuma jeleknya, tapi harus lihat sisi positifnya. Justru adanya mobil murah bakal menambah investasi di sini, belum lagi kita bisa ekspor ke negara lain," komentarnya.

Penjualan Ayla-Agya diharapkan bisa menjadi "tambang emas" Daihatsu-Toyota di Tanah Air. Penjualan keduanya baru akan terlihat pada Oktober, sehingga bisa dikalkulasi seberapa besar perannya terhadap total pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia, yang pada periode Januari–Agustus telah menembus angka 793.973 unit.

Sebelum menjadi Gubernur DKI, Jokowi merupakan orang yang paling mendukung produksi mobil murah. Ia bahkan menjadi pelopor sekaligus brand ambassador alias duta mobil murah Esemka, yang merupakan rakitan siswa SMK dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Namun, setelah Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pamor Esemka redup. Sejumlah persoalan dihadapi, salah satunya dana yang terbatas untuk memproduksinya. Ditambah lagi, kini hadir mobil murah buatan Jepang.

Baca juga: Penyebab Semangat Diet.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho