Kompetisi Point Blank

Indonesia merupakan salah satu dari sembilan negara yang akan mengikuti kompetisi internasional salah satu game online terpopuler,  Point Blank, di Thailand. Point Blank International Competition (PIBC) ke-3 yang akan berlangsung pada 5-6 Oktober 2013 tersebut akan diikuti oleh 10 tim dari sembilan negara, demikian keterangan tertulis portal game di Indonesia, Gemscool, Kamis.

Saat ini Point Blank dimainkan oleh 50 juta pemain dari 67 negara yang berasal dari Asia, Eropa, Amerika Utara dan Selatan.   PBIC ke-3 akan mengundang 10 team dari 9 negara, termasuk Brazil, Indonesia, negara dari Latin Amerika, negara dari Timur Tengah, Filipina, Rusia, Taiwan, Thailand, Turki

Disebuttkan, setiap publisher (perwakilan Point Blank) dari tiap negara akan membuka kesempatan melalui turnamen lokal sampai dengan bulan September. Turnamen lokal ini akan menentukan team siapa yang akan menjadi wakil negara untuk mengikuti PBIC.

Para pemain terpilih akan mendapatkan tiket pesawat dan akomodasi, serta kesempatan untuk meraih hadiah utama. Semua pemain Point Blank berhak berpartisipasi dalam turnamen eliminasi. Peserta dapat mengunjung http://pb.gemscool.com/ atau www.fps-pb.com untuk mengetahui  cara berpartisipasi dalam turnamen eliminasi di negara masing-masing.

Baca juga: Syarat Terkabulnya Do'a.

Apple Inc

Hakim federal Amerika Serikat memutuskan Apple Inc telah berkonspirasi dengan lima perusahaan penerbit besar demi menaikkan harga e-book, demikian Reuters. Hakim Denise Cote di Pengadilan Manhattan menemukan bukti tak terbantahkan bahwa Apple telah melanggar undang-undang antimonopoli dengan memainkan peran besar dalam persekongkolan dengan perusahaan-perusahaan penerbit buku untuk menghapus harga eceran dan menaikkan harga e-book.

Vonis yang keluar hari Rabu waktu setempat itu akan berpengaruh buruk pada Apple, sebaliknya ini adalah kemenangan bagi Departemen Kehakiman AS dan 33 negara bagian serta wilayah di AS dalam kasus antimonopoli. Kelima perusahaan penerbitan sebelumnya sudah dinyatakan bersalah.    

Apple dituduh bersekongkol memangkas harga e-book Amazon.com Inc sehingga harga e-book naik sampai 12,99-14.99 dolar AS dari hanya 9,99  dolar AS yang dijual para retailer online. Amazon pernah menguasai 90 pesen pasar e-book.

"Apple telah memilih bergabung dengan para penerbit tergugat untuk menaikkan harga e-book dan melengkapi mereka dengan perangkat untuk melakukannya," kata Cote dalam putusan setelah 159 halaman. "Tanpa orkestra harga dari Apple melalui konspirasi ini, harga e-book tak akan naik seperti terjadi sekarang."

"Keputusan ini adalah kemenangan bagi jutaan konsumen yang memilih membaca buku secara elektronik," kata Bill Baer, kepala divisi antimonopoli Departemen Kehakiman AS seperti dikutip Reuters.  "Keputusan pengadilan ini adalah langkah penting dalam memulihkan kerusakan yang diakibatkan aksi-aksi ilegal Apple."

Baer mengungkapkan vonis Cote, bersama dengan vonis-vonis lain sebelumnya, membantu konsumen dalam mendapatkan e-book dengan harga lebih terjangkau. Amazon kini menguasai sekitar 65 persen pasar e-book, sedangkan Barnes & Noble Inc menguasai 20 persen, serta Apple dalam satu digit persen, kata Albert Greco, pakar buku dari fakultas bisnis Universitas Fordham.

Apple tentu saja akan mengajukan banding atas putusan hakim Cote itu.

"Apple tidak bersekongkol untuk merekayasa harga," kata juru bicara Apple, Tom Neumayr. "Ketika kami mengenalkan iBookstore pada 2010, kami telah memberi konsumen pilihan, memasukkan inovasi yang diinginkan dan kompetisi di pasar, menerobos cengkeraman monopoli Amazon dalam industri penerbitan. Kami tak melakukan kesalahan apa pun." Tahun lalu, Apple juga menghadapi kasus antimonopoli dari Komisi Eropa, dan waktu itu pun menyanggah telah berbuat salah.

Baca juga: Harga HTC Desire 200.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho