Pembagian Motor Dinas Untuk Para Kepala Desa

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sri Ayu Irwandi mengharapkan pembagian motor dinas untuk para kepala desa tidak ditunggangi kepentingan politik. Kami menyambut baik pemberian sepeda motor dinas untuk kades ini. Tapi, jangan sampai ada kepentingan politik di balik pemberian itu,”kata Sri Ayu Irwandi kepada media, kemarin. Saat ini,200 unit sepeda motor pengadaan Mei 2012 lalu dengan anggaran Rp2 miliar dari APBD Bone 2012 itu, masih tersimpan di rumah jabatan bupati.

Namun sepeda motor dinas itu belum juga dibagikan. Kepala Bagian Perlengkapan dan Keuangan Setkab Bone Andi Maskul mengatakan, semua syarat administrasi dan data telah lengkap, tapi pembagiannya terhambat oleh surat keputusan (SK) bupati yang belum juga terbit. “Pembagian motor dinas tersebut harus disertai dengan surat keputusan bupati. Kami menunggu bupati memberi perintah untuk dibagikan.

Tapi saya perkirakan bulan ini sudah dibagikan,”kata Andi Maskul. Menurut dia, untuk mendapatkan motor dinas tersebut, pemerintah kabupaten mempriotaskan kepala desa yang baru terpilih, menjabat antara tahun 2010 dan 2011, dan belum memiliki motor. Prioritas kedua adalah, jarak desa dengan kecamatan maupun dengan kabupaten relatif jauh. Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setkab Bone Sudirman mengungkapkan, proses pendataan kades penerima sepeda motor dinas dilakukan cukup ketat dan cermat.

Pihaknya bekerja sama dengan camat. Camat mengusulkan nama kepala desa,lalu dibandingkan dengan data di Bagian Pemdes Setkab Bone.Selanjutnya data itu diverifikasi oleh Bagian Perlengkapan dan Keuangan.“Kita ferivikasi lagi untuk menghindari masalah. Sebab bisa saja ada kepala desa yang sudah punya motor tapi rusak, tapi didata lagi agar mendapat motor baru. Ini yang harus dihindari,” kata Sudirman.

Haryanto Dhanutirto dimakamkan di Aula Barat ITB

Jenazah Menteri Perhubungan era Orde Baru, Haryanto Dhanutirto, disemayamkan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Rabu, sebelum disemayamkan di Taman Makam Cikutra, Bandung.

Keluarga besar Haryanto mengantarkan jenazah Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan VI periode 1993-1998 itu dari rumah duka di Jalan Ambon 1 No 1 Lembang, Jawa Barat, dan tiba di Aula Barat ITB sekitar pukul 09.45 WIB.

Menurut rencana, Guru Besar Farmasi ITB yang meninggal dunia pada Selasa (10/7) malam di Rumah Sakit MMC, Jakarta, itu akan dimakamkan pukul 11.00 di Taman Makam Cikutra, Bandung.

Rektor ITB Akhmaloka, jajaran rektorat, dekan dan staf pengajar Jurusan Farmasi ITB serta civitas akademika lainnya memberikan penghormatan terakhir kepada Haryanto, yang terbaring di dalam peti berselimutkan bendera Merah Putih.

Mereka juga melaksanakan shalat jenazah secara bergiliran di Aula Barat ITB.

Selain pernah menjabat menteri perhubungan, Haryanto yang lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 14 Agustus 1939, juga pernah menjabat menteri negara pangan dan hortikultura pada 1998.

Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 1977-1978 dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1982-1987.

Jabatan terakhirnya sebagai pengurus Partai Golkar adalah Ketua Dewan Pakar Balitbang pada 2007. Haryanto juga pernah bertugas di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT.

kejuaraan Desa dan Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional 2012

Desa dan kelurahan di Kabupaten Enrekang serta Takalar mewakili Sulsel untuk mengikuti kejuaraan desa dan kelurahan terbaik tingkat nasional 2012 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kabupaten Enrekang diwakili Desa Bone-Bone Kec Baraja, dan Kab Takalar mengirim Kelurahan Mangadu Ke-camatan Mangarabombang.

Keduanya dipilih setelah menjadi juara satu perlombaan desa dan kelurahan terbaik se-Sulsel 2011 lalu. Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sulsel Rais Rahman mengungkapkan, saat ini tim dari Ditjen BPM Desa dan Kelurahan Kemendagri telah turun ke Sulsel untuk melakukan penilaian selanjutnya.

“ Rencananya juara desa dan kelurahan terbaik ini akan diumumkan pada Agustus mendatang.Kita harap desa dan kelurahan ini bisa masuk juara di tingkat nasional,” bebernya kemarin. Beberapa indikator yang dinilai, yakni sektor pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban, ekonomi masyarakat, pemerintahan desa, potensi unggulan dan inovasi daerah.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho