Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Kebutuhan rangka baja ringan di Sulawesi Selatan (Sulsel) tiap tahun mencapai 7.000 ton . Konsumen terbesar rangka baja ringan tersebut adalah para developer yang digunakan sebagai bahan bangunan perumahan di Makassar dan sekitarnya.

Permintaan rangka baja ringantiaptahunmakinmeningkat. Ini seiring dengan berkembangnya bisnis properti di Sulsel,” kata Direktur Utama PT Hapins Indonesia Ahmad Huzaen di Makassar, kemarin. PT Hapins Indonesia merupakan produsen rangka baja ringan.

Menurut Ahmad, developer bangunan saat ini sudah mulai meninggalkan kayu dan memilih baja ringan sebagai bahan bangunan.“ Penggunaan kayu mulai jarang digunakan dan bergeser ke rangka baja ringan.Selain karena lebih tahan lama, juga lebih berkualitas,”kata Ahmad.

Ahmad menuturkan, tahun ini terjadi peningkatan permintaan rangka baja ringan sekitar 10%. Peningkatan ini seiring dengan semakin menjamurnya pembangunan perumahan di Sulsel, terutama di Makassar. “Kami prediksi akan terus meningkat tahun ini seiring dengan menjamurnya pembangunan rumah,”tandasnya.

Usulan Pergantian Sekretaris Komisi Pemilihan Umum

Usulan pergantian sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga daerah, yakni Makassar, Toraja Utara (Torut), dan Palopo dianggap bermasalah oleh KPU Sulsel. Berkas usulan pergantian sekretaris KPU Makassar dan Torut ternyata langsung dikirim ke Jakarta tanpa melalui KPU Sulsel. Sementara untuk KPU Palopo terpaksa di kembalikan, karena tidak memenuhi persyaratan. Sebab, tidak ada SK jabatan sekretaris yang akan diganti. “Torut dan Makassar langsung ke Jakarta dan melangkahi kami di sini (KPU Sulsel). Begitu juga dengan Palopo, ternyata tidak ada yang akan diganti, belum ada jabatannya,” ungkap Sekretaris KPU Sulsel Annas GS, kemarin.

Dia menjelaskan, syarat pergantian sekretaris KPU, baik provinsi maupun kabupaten/ kota,karena meninggal dunia, pensiun, ditarik oleh pemerintah setempat atau dipromosikan, dan dinyatakan bersalah secara hukum. Selanjutnya, berkas usulan yang masuk ke KPU provinsi, akan diproses oleh badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) dan diusulkan ke Jakarta. “Tapi Makassar dan Torut ini malah melangkahi kami di KPU Provinsi,” katanya. Annas juga mengungkapkan, jelang Pilgub Sulsel dan Pilkada di sejumlah daerah, terlalu banyak KPU yang ingin mengganti sekretarisnya. Ketika ditanya apa alasannya, tidak ada yang tahu.

“Kami juga tidak tahu apa alasannya. Apakah pergantian sekretaris untuk kepentingan golongan tertentu atau seperti apa,”katanya. Guna mengantisipasi pergantian sekretaris yang tidak beralasan itu, KPU Sulsel akan mengirim surat ke Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Gubernur akan diminta untuk menyurati semua bupati dan wali kota se-Sulsel agar tidak melakukan pergantian sekretaris KPU sebelum agenda Pilgub Sulsel selesai. Jadi, setelah memasuki tahapan Pilgub, tidak ada lagi pergantian kecuali ada halangan tetap seperti pensiun, meninggal dunia, atau promosi jabatan,”tuturnya.

Penertiban Penjualan Minuman Keras

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) segera menertibkan penjualan minuman keras (miras) di minimarket. Beberapa minimarket selama ini ditengarai menjual miras tipe C atau dengan kadar alkohol di bawah 5%. Anggota Komisi A DPRD Nurmiati mengatakan, Pemkot harus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran miras, terutama setelah adanya laporan bahwa di Kota Makassar terdapat lima pabrik miras. “Penjualan di pengecer harus ditertibkan. SKPD terkait jangan lakukan pembiaran,” ujar dia, kemarin. Politikus Partai Hanura itu menyebutkan, penjualan miras di minimarket kerap ditemui. Akan tetapi, seperti ada pembiaran dari Pemkot terkait kondisi ini.

Padahal, berdasarkan aturan, penjualan miras hanya diperbolehkan di beberapa tempat dan bukan di tingkat pengecer,seperti minimarket. Di sisi lain, saat ini pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang retribusi jasa tertentu yang mengatur soal penjualan miras masih tarik ulur di tingkat panitia khusus (pansus). Sebanyak 24 anggota Dewan yang tergabung dalam pansus, hingga kini belum bisa menemukan kata sepakat soal pasal tempat penjualan miras ini.

Berdasarkan draf rancangan perda yang saat ini masih dibahas, ada tiga item retribusi tempat penjualan miras yang diatur dalam Pasal 18 ayat 1. Poin pertama, retribusi penjualan miras di hotel, kafe, dan bar ditetapkan Rp25 juta per tahun. Pada poin dua diatur nilai retribusi penjualan miras untuk tempat hiburan malam, diskotek, tempat karaoke, dan pub dengan nilai retribusi Rp20 juta. Poin tiga diatur retribusi untuk tempat lain yang diatur berdasarkan peraturan wali kota sebesar Rp15 juta. Perdebatan anggota Dewan terkait pasal penjualan miras itu lebih banyak pada poin tiga, yakni tempat penjualan lainnya karena cenderung multitafsir.

Sejumlah anggota pansus menginterpretasikan poin itu sebagai lampu hijau bagi penjualan miras di tingkat pengecer. Ketua Fraksi PAN Zaenal Dg Beta menegaskan, pasal itu harus dihapuskan karena membuka peluang bagi pedagang eceran menjual miras. Terbukanya peluang itu akan menimbulkan masalah sosial baru di tengah masyarakat, seperti meningkatkan kejahatan di jalanan. “Kalau ada anggota Dewan yang tetap ngotot meloloskan pasal penjualan miras di tingkat eceran itu,silakan dilanjutkan. Silakan divoting, konsekuensi demokrasi itu seperti itu.Namun,saya tetap menyatakan penolakan atas adanya pasal itu,”ungkap anggota pansus raperda retribusi jasa tertentu itu.

Anggota pansus lainnya, Mudzakkir Ali Djamil,menyebutkan, persoalan utama lambatnya pembahasan tentang raperda retribusi jasa tertentu ini karena adanya pasal dan ayat yang terkesan membiarkan penjualan miras. “Ini yang kami tegaskan. Pasal- pasal atau ayat yang memungkinkan pengecer, minimarket, dan sejenisnya menjual miras agar dihilangkan,” papar Sekretaris PKS Makassar itu.

Dia menegaskan, pembahasan terkait raperda retribusi jasa tertentu ini harus dilakukan secara detail. Sebab, jika raperda ini ditetapkan, dengan sendirinya Perda No 7/2006 tentang Pengawasan, Pengendalian, Pengedaran dan Penjualan, serta Perizinan Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, gugur dengan sendirinya.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho