Hadi Rezky Ramadhani

Hadi Rezky Ramadhani, 14, pengendara Honda Jazz merah nopol DD 175 UG yang menabrak lima belas pejalan kaki pada Sabtu (28/1), dikenai wajib lapor di Satlantas Polrestabes Makassar. Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Hidayat mengatakan, selain wajib lapor, Hadi setiap hari wajib menjalani rehabilitasi di Balai Pemasarakan (Bapas) Klas 1 Makassar. “Kami juga akan mengoordinasikan dengan pihak sekolah (SMPN 3 Makassar) untuk menjaga keselamatan dan mengontrol kondisi psikologis tersangka dalam pergaulan di sekolah,”kata Hidayat.

Dia menjelaskan, tersangka yang dijerat Pasal 310 ayat 1 dan 2, Undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas ini, tidak ditahan karena didasarkan beberapa pertimbangan. Yakni, tidak berisiko melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatan pidana serupa. “Hasil penyelidikan kami di lapangan,masyarakat di sekitar lokasi kejadian tak membahayakan keselamatan jiwa tersangka. Dia juga masih pelajar dan berusia di bawah umur,” terang dia.

Hidayat menambahkan peristiwa ini bisa menjadi peringatan bagi orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak mengenai dampak kecelakaan lalu lintas. “Perlu juga pengawasan ketat kepada anak-anak.Mulai lah dari hal kecil seperti tidak mengizinkan anak-anak mengendarai kendaraan,” tambah Hidayat.

Sementara itu, Zainuddin, ayah Hadi Rezki Ramadhani mengungkapkan, permohonan maaf kepada seluruh korban. “Saya berharap para korban bisa memaafkan kami yang disebabkan kelalaian dan nakalnya anak saya.Kami akan menanggung seluruh kerugian materi yang dialami korban,” ungkap Zainuddin, warga Jalan Andi Tonro Perumahan Griya Penamas Blok B No 2 Makassar ini, kemarin.

Diketahui, Hadi mengendarai Honda Jazz merah nopol DD 175 UG,menabrak pengendara lain di Jalan Baji Gau.Kemudian, melarikan diri ke Jalan Cenderawasih. Di jalan tersebut, mobil yang dikendarai Hadi kembali menabrak pengguna jalan di dekat Gereja Bukit Zaitun.Karena panik, Hadi membelokkan mobilnya ke Jalan Dangko. Lagi-lagi di jalan ini, mobilnya menabrak pengguna jalan. Kemudian, mobil terus melaju ke BTN Hartaco sebelum berhasil dihentikan di Jalan Daeng Tata I. Akibat peristiwa itu, 15 orang mengalami lukalua, merusak empat unit sepeda motor, tiga becak, dan satu mobil.

Jaksa penuntut umum (JPU) Amiruddin

Jaksa penuntut umum (JPU) Amiruddin dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo menuntut terdakwa Ansarullah Kadir,konsultan pengawas proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Andi Ninnong di Kabupaten Wajo dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar Isjuaedi, pemilik CV Saga Bangunan Persada tersebut, dinyatakan terbukti bersama terdakwa lain menimbulkan kerugian negara dalam proyek senilai Rp1,5 miliar tersebut. ”Terdakwa dituntut hukuman penjara 1,5 tahun,denda Rp60 juta atau subsider dua bulan kurungan, dan ganti rugi uang negara Rp15 juta,”tegas Amiruddin.

Dia menambahkan, terdakwa Ansarullah dinilai telah mengambil keuntungan dalam proyek tersebut dengan tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas kegiatan. ”Pelaksanaan proyek juga baru selesai 70%, tapi dilaporkan telah selesai 100%. Sehingga, kuatdugaanmerekamelakukan korupsi seperti fakta lapangan dan persidangan, ”ujar dia.

Dalam pengusutan Kejari Wajo, ditemukan mark up (penggelembungan) anggaran hingga mengakibatkan negara rugi Rp157 juta. Terdakwa dijerat Pasal 3 tentang kewenangan dan penyalahgunaan jabatan, Undangundang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31/1999. Mendengar tuntutan jaksa tersebut Ansarullah mengajukan keberatan dan akan membacakan pleidoi pada sidang selanjutnya,Kamis (2/2).

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho