Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan melakukan sosialisasi pendidikan antikorupsi di seluruh sekolah di Kota Makassar, hari ini. Kepala sekolah dan tenaga pengajar diinstruksikan menyampaikan pesan moral secara serentak pukul 10.00 Wita, pagi ini, kepada siswa di seluruh tingkatan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud BM mengungkapkan, instruksi penyampaian moral anti korupsi kepada siswa disampaikan Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Instruksi itu terkait peringatan Hari Antikorupsi Sedunia,hari ini. “Kami telah menyebarluaskan instruksi Wali Kota, termasuk materi pesan moral antikorupsi yang harus disampaikan di semua kelas yang ada di seluruh sekolah di semua tingkatan,“ katanya, kemarin.

Menurut dia, tepat jam 10, semua aktivitas pembelajaran harus berhenti.Materi pelajaran akan diganti dengan penyampaian pesan moral antikorupsi.“ Pesan moral antikorupsi yang disampaikan berdurasi 10 hingga 20 menit,“ ujarnya. Sekretaris Kota Makassar Anis Kama dijadwalkan hadir di SMA Negeri 1 untuk menyampaikan pesan antikorupsi. Sementara itu,Kepala BKD Kota Makassar Sittiara dijadwalkan akan menemui seluruh siswa SMP Negara 6 Makassar untuk memberikan pesan-pesan moral terkait antikorupsi.

“Tiga sekolah ini dipilih secara acak untuk didatangi sejumlah pejabat Pemkot Makassar, sedangkan di sekolah lain penyampaian pesan moral ini dilakukan para guru dan kepala sekolah,“ papar Mahmud. Ke depan, akan ada penerapan pendidikan antikorupsi di sekolah yang diusahakan diterapkan pada setiap pelajaran. Sebelum memulai mengajar, guru harus menyampaikan pesan moral bahaya korupsi sehingga sejak dini anakanak diperkenalkan dengan pendidikan korupsi.

”Mulai tahun depan di setiap sekolah, guru-guru akan menyampaikan pesan moral antikorupsi kepada siswa,” katanya. Menurut Mahmud, tercatat siswa sekolah di Kota Makassar untuk semua tingkatan berkisar 276.000 siswa dengan 877 unit sekolah.Berarti setiap hari 276.000 siswa di Makassar akan mendengarkan pesan moral antikorupsi. Siswa-siswa inilah yang nanti diharapkan bisa menyampaikan pendidikan yang diterimanya itu kepada temanteman atau keluarganya.

Kualitas rumput laut

Kualitas rumput laut yang dihasilkan para petani di Indonesia sulit bersaing di pasar internasional. Buruknya kualitas rumput laut ini dipicu ketersediaan dan kualitas bibit. “Saat ini kualitas rumput laut Indonesia sulit bersaing di pasar internasional,” kata Penasihat Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (Asperli) Adi Sasono saat Rembuk Nasional Petani Rumput Laut di Makassar, kemarin. Menurut dia, Indonesia masih sangat bergantung dengan bahan baku rumput laut dari luar negeri.“Akibatnya, harga rumput laut kita jatuh. Saya contohkan untuk jenis cotonik,” katanya.

Sebelumnya harga jenis rumput laut ini masih Rp11.000 per kilogram (kg).Namun,saat ini harganya turun menjadi Rp6.000-Rp7.000 per kg.“Padahal, potensi dalam negeri sangat besar,”ujarnya. Menurut dia, supaya komoditas dalam negeri bisa tetap bersaing dengan produksi negara lain, harus dilakukan beberapa hal, di antaranya menyediakan jenis bibit unggul. “Kalau bibitnya bagus, tentu produksinya juga bagus,”ucapnya.

Positifnya, harga juga akan naik dan petani rumput laut juga pasti tertarik mengembangkannya. “Petani berlomba- lomba membudidayakan rumput laut kalau harganya tinggi,”kata Adi. Mantan Menteri Koperasi pada era Presiden BJ Habibie ini juga mengatakan, upaya lain yang harus dilakukan adalah menyertifikasi produk rumput laut nasional. “Harus ada standar untuk semua jenis rumput laut yang akan dijual ke pasar internasional,” tandasnya.

Tahun lalu, produksi rumput laut nasional 200.000 ton. Pada 2014 nanti, ditargetkan produksi rumput laut nasional sebanyak 1 juta ton.“Kami berharap jumlah ini tercapai,” ucapnya. Sementara itu, Penasihat Asperli Sulsel HM Roem mengatakan, peningkatan produksi dan kualitas rumput laut menjadi salah satu solusi mengurangi kemiskinan.

“Masyarakat berpenghasilan rendah banyak di pesisir,”katanya. Menurut dia, jika peningkatan produksi dan kualitas bisa dilakukan dengan baik,bisa memberikan nilai tambah untuk petani.“Hanya, memang masih ada sejumlah masalah yang dihadapi, ”tandasnya.

Petani rumput laut masih sulit mendapatkan bantuan bibit maupun peralatan. “Ini yang membuat petani rumput laut kita tidak bisa bersaing,” pungkasnya. Sebelumnya Ketua Asperli Sulsel Arman Arfah mengatakan, karena buruknya kualitas rumput laut nasional,akhirnya harga jual juga tidak sesuai standar.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho