Penyakit Demam Berdarah Dengue

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengancam Banyuasin. Kemarin saja, dua bocah di Desa Suka Mulya, Sigit,8, dan Novrianto, 9, dilarikan ke Rumah Sakit (RS) karena penyakit ini.

Keduanya hingga kini masih dirawat di RS Siti Khadijah Palembang guna mendapatkan perawatan medis. Kades Suka Mulya,Ahmad Mujiono mengatakan kedua bocah tersebut telah mengalami demam panas tinggi yang disertai dengan bintik merah di seluruh badan mereka. Bahkan, keduanya telah mengalami sakit demam lebih dari tiga hari.

“Jarak dua bocah itu sakit demam tidak terlalu lama. Sebelumnya, ada bocah bernama Reza, tapi dia meninggal di RSMH Palembang setelah sempat dibawa ke RS Siti Khadijah, Senin (3/10) kemarin dengan gejala demam berdarah,” terang Mujiono kemarin. Lalu, penyakit DB juga menyerang dua bocah lainnya, Sigit dan Novriansyah yang jarak rumahnya berdekatan.

Keduanya juga menunjukkan gejala demam berdarah. “Keduanya sempat dibawa ke bidan desa, karena kondisinya sangat parah oleh keluarga mereka langsung dibawa ke RS Palembang. Sekarang, keduanya masih dalam ruang ICU,” tambah Mujiono. Karena sudah banyak korban dari warganya yang mengalami DBD, perangkat desa langsung melapor ke Puskesmas Betung.

“Kasus DBD sudah mulai menyerang warga desa kami.Jadi kami langsung laporkan ke Puskesmas Betung agar dilakukan tindakan pencegahan agar korban tidak bertambah banyak,”kata dia. Kepala Puskesmas Betung, Ridwan SKM mengatakan jika pihaknya telah mendata dua bocah yang mengalami DBD.

Sementara guna upaya pencegahan, timnya akan melakukan fogging (penyemprotan) di beberapa lokasi endemik. “Dua bocah sudah dibawa keluarga ke RS. Sementara yang meninggal dunia, ter-indikasi bukan demam bedarah melainkan muntaber,”ujar dia. Ridwan juga mengungkapkan tim dari puskesmas Betung sebelumnya telah melakukan fogging di 5 lokasi RT di Desa Suka Mulya.

Lalu, akan dilanjutkan ke Kelurahan Betung. “Kita akan gelar penyemprotan lebih intens di lokasi endemik,”tandas dia. Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan, Ayu Hanna Awam mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan laporan atas dua bocah dari kecamatan Betung yang mengalami DBD. Sementara untuk laporan dari puskesmas lainnya di kabupaten Banyuasin, kasus DBD belum mengalami peningkatan.

“Mungkin puskesmas belum melapor. Tapi, di Banyuasin, belum ada peningkatan penderita DBD.Biasany penyakit DB memang hanya berada pada lokasi-lokasi tertentu dan tidak menyebar,”terang dia. Kendati demikian, Ayu Hanna menerangkan jika penyakit DB termasuk dalam penyakit di musim pancaroba.

Sehingga, kewaspadaan masyarakat akan gejala penyakit DBD sangat diperlukan.Dimana masyarakat harus menjaga lokasilokasi, tempat perkembangbiakan hewan perantara agar tidak berkembang biak secara cepat.“Lakukan tindakan 3 M, jangan sampai nyamuk aides nya berkembang biak dan makin banyak mengingit dan akhirnya banyak penderita,” tandas dia.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho