hipnotis atau gendam

Kasus penipuan dengan modus hipnotis atau gendam masih saja terjadi. Di Ponorogo, Jawa Timur seorang pedagang jajanan di pasar digendam oleh pelaku yang menyamar sebagai pembeli.

Akibatnya, uang ratusan ribu hasil berjualan selama seharian amblas digasak pelaku. Itulah yang dialami oleh Kasini. Dia mengaku hanya bisa pasrah atas nasib yang dialaminya.

Kepada wartawan, wanita berusia 52 tahun ini menceritakan, pada Jumat 11 Maret sekira pukul 08.00 WIB ada seorang wanita yang ingin membeli kue jajanannya. Pembeli yang juga perempuan berumur sekira 40 tahunan itu membeli jajanan seharga Rp26 ribu dengan uang pecahan seratus ribuan.

Setelah menerima uang, ternyata korban tanpa sadar menyerahkan semua uang miliknya kepada pelaku. Pelaku langsung pergi tanpa membawa jajanan yang dibeli sebelumnya.

Kasini baru sadar saat hendak pulang ternyata semua uang hasil berjualan kue sebesar Rp700 ribu raib. Wanita renta ini pun melaporkan kejadian hipnotis kepada Mapolres Ponorogo.

Misdiko, salah seorang penjual lainnya, menjelaskan aksi penipuan dengan modus gendam ini sering di Pasar Stasiun. Modusnya, pelaku membeli barang dengan uang pecahan besar namun pelaku tidak membawa barang pembeliannya. Demikian catatan online Blogger Sejati tentang hipnotis atau gendam.

Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng

Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng mengajak seluruh pemeluk agama dan penganut kepercayaan di Palopo senantiasa menjaga kebersamaan. Menurut dia, pemeluk agama selama ini sudah hidup rukun, tenteram, dan damai sehingga berbagai isu negatif yang berpotensi merusak tatanan kehidupan beragama harus dicegah dan diantisipasi.

Salah satu caranya dengan menjaga toleransi. Dia menyampaikan hal itu di hadapan ribuan warga Palopo yang mengikuti puncak perayaan Imlek di pelataran utama Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Minggu (6/3) malam. Kehidupan antarpemeluk beragama di Palopo patut menjadi contoh daerah lain di Tanah Air. Pemerintah disebutnya memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada para pemeluk agama dan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.

Salah satu contohnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo bekerja sama dengan warga etnis Tionghoa dalam merayakan Imlek.“Pemkot memediasi warga etnis Tionghoa mendatangkan tim barongsai terbaik di Indonesia untuk memeriahkan puncak peringatan Imlek. Ini yang ketujuh kalinya Pemkot dan Yayasan Budi Bhakti mendatangkan tim barongsai dari Makassar,”ujar dia. Pemkot Palopo telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Palopo untuk memantau dan mendata penganut Ahmadiyah di daerah ini. Demikian catatan online Blogger Sejati tentang Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng.

Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung

Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung memberlakukan penambahan kawasan Car Free Day mulai Minggu (6/3) lusa. Penambahan ini meliputi Jalan Merdeka (depan pusat Perbelanjaan Bandung Indah Plaza/- BIP) hingga Balai Kota Bandung. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan,penambahan tersebut lantaran keinginan masyarakat mengenai ruang publik seperti Car Free Day.“Setelah CFD di Dago sukses dan banyak animo dari masyarakat, kitabakalmenambahCFDdikawasan Balai Kota mulai Jalan Merdeka hingga Perintis Kemerdekaan. Kamipundi-backup oleh Polrestabes Bandung,” jelas Prijo kepada wartawan di Balai Kota Bandung seusai rapat koordinasi mengenai CFD Balai Kota, kemarin.

Namun berbeda dengan CFD Dago, untuk sosialisasi awal, CFD Balai Kota bakal dimulai pukul 06.00 hingga pukul 08.30.“Kita coba dulu.Kan kalau yang di Dago hingga pukul 10.00, di Balai Kota kita coba sampai pukul 08.30 terlebih dahulu,” jelas Prijo. Ketika disinggung mengapa kawasan CFD tidak disambung mulai CFD Dago hingga Perintis Kemerdekaan, Prijo mengaku sedang menunggu instruksi Wali Kota Bandung Dada Rosada. “Kalau Pak Wali menginstruksikan disambung, ya kita lakukan. Namun, kami pun melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu,”ujarnya. Prijo menjelaskan, CFD Balai Kota dimulai dari perempatan Jalan Riau-Jalan Merdeka, Jalan Merdeka-Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga Jalan Wastukancana-Jalan Aceh. Efek dari adanya CFD di kawasan Balai Kota, praktis ada angkutan kota dari beberapa trayek terkena imbas dan rekayasa jalur.

“Ada beberapa trayek yang mengalami rekayasa jalur,” tegasnya. Beberapa angkutan kota yang mengalami rekayasa jalur antara lain DAMRI jurusan Dipatiukur–Leuwipanjang, Abdul Kuis–Dago, Margahayu Raya–Ledeng, Antapani– Ciroyom,Sadangserang–- Stasion Hall, Abdul Muis–Ledeng, Stasion Hall–Dago, dan Stasion Hall–Gedebage. Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda mengatakan, Car Free Dayseputar Balai Kota untuk memudahkan aparat Dinas Perhubungan dan polisi melakukan perubahan rute kendaraan yang terbiasa melalui Jalan Merdeka menuju Perintis Kemerdekaan. Namun, CFD yang lama tetap ada tapi tidak menyambung dengan Car Free Day yang baru.

CFD terputus dari ruas Jalan Dago Cikapayang sampai ruas persimpangan Jalan Merdeka- Jalan Aceh untuk menghindari kemacetan total. “Pemerintah berharap dengan penambahan jalur CFD tersebut dapat mengurangi polusi udara dari kendaraan.Tentunya dengan CFD tersebut akan mengurangi pencemaran udara dan mengurangi pemanasan global,” ungkapnya. Tidak hanya itu,penambahan kawasan CFD pun diharapkan menambah ruang publik bagi masyarakat yang ingin berolahraga.“ CFD juga bertujuan membangun ruang publik baru bagi interaksi sosial warga,” tandasnya. Demikian catatan online Blogger sejati tentang Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi

Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi mendapatkan alokasi rumah vertikal dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebanyak dua unit tower dengan kapasitas 160 kamar bagi prajurit TNI. Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III Siliwangi Letkol TNI Infanteri Isa Haryanto mengatakan, pembangunan dua menara ini diharapkan rampung medio tahun ini,sekaligus mampu memperkecil defisit rumah dinas bagi prajurit TNI di lingkungan Kodam III Siliwangi. “Nanti, sistemnya tower itu menjadi rumah dinas tanpa harus membayar.

Namun, penghuninya tetap diharuskan membayar biaya bulanan seperti listrik dan air bersih,” kata Isa seusai peresmian Program Bedah Rumah yang diprakarsai Kodam III Siliwangi di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo,Kota Bandung, kemarin. Rumah susun (rusun) tersebut direncanakan berdiri di sebidang lahan di kawasan Jalan Sumarsana.Kodam III Siliwangi mendapatkan alokasi tower tersebut dari Kemenpera secara cuma-cuma.

Nantinya tower tersebut diperuntukkan bagi prajurit di lingkungan Kodam III Siliwangi, khususnya bagi yang belum memiliki rumah dinas serta yang saat ini mengeluarkan biaya untuk sewa perumahan. “Nantinya prajurit tersebut diharuskan meninggalkan rumah dinas tersebut ketika masa pengabdiannya di Kodam III Siliwangi selesai,”jelas Isa.

Saat ini jumlah pegawai di lingkungan Kodam III Siliwangi yang meliputi pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI sebanyak 29.000 orang, dan jumlah rumah dinas yang tersedia hanya 40% atau sekitar 11.400 unit dan mayoritas ditempati oleh purnawirawan. Isa mencontohkan, dari 60 staf hanya 1% yang mendapatkan jatah rumah dinas. Minimnya pemberian rumah dinas ini disinyalir karena keterbatasan unit rumah dinas yang tersedia. Demikian catatan online Blogger Sejati tentang Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho