Sudah ditugaskan Presiden

Tampaknya, karena sudah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membantu melakukan koordinasi dan pengawasan penanganan kasus mantan pegawai pajak Gayus HP Tambunan, maka nama "Gayus" pun terngiang-ngiang di benak Wakil Presiden Boediono.

Makanya, tatkala Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, terlalu pelan menyebutkan nama salah satu siswa perwakilan Sekolah Menengah Umum (SMU), dalam acara dialog dengan Wakil Presiden Boediono, Sabtu (22/1/2011) pagi ini di SMK Negeri 2 Palembang, Sumsel, Wapres pun menjadi salah dengar. Ia menyebut kembali siswa itu dengan nama "Gayus".

Tak ayal, bukan hanya mengundang tawa peserta silaturrahmi pelajar perwakilan SMU, akan tetapi juga "teguran" halus dari istrinya, Ny Herawati Boediono. Dengan gemas, Ny Herawati Boediono, yang duduk di sampingnya, langsung mencolek bahu Wapres dengan tertawa juga.

Dari tempat duduk peserta dialog terlihat, Ny Herawati Boediono langsung mengayunkan tangan kanannya "mencolek" dengan seraya bergumam, "Piye, toh, Pak."

Wapres Boediono pun langsung berkomentar sambil tertawa, "Karena, tadi, sepertinya saya dengar Pak Gubernur seperti menyebut nama Gayus. Oh, ternyata namanya Bagus ...".

Sementara, saat tanya jawab dengan perwakilan guru, secara kebetulan ada pula seorang guru yang mendapatkan kesempatan bertanya mengenalkan namanya dengan nama "Boediono Marihan".

Tak pelak, hal itu juga mengundang tawa peserta. Apalagi kemudian saat menjawab, Wapres Boediono menyebut lagi dengan panggilan, "Pak Boediono....".

Banjir di Kota Singkawang

Banjir di Kota Singkawang membawa korban jiwa menyusul ditemukannya jasad Diki Sanjaya, siswa kelas 2 SD, di sebuah sungai dekat rumahnya di Setapuk Besar, Singkawang Utara.

Menurut Mulyono, ayah korban, saat dihubungi di Singkawang, Kamis (13/1/2011), sewaktu pulang dari bertani ia bertanya kepada sang istri, Eliza, mengenai keberadaan anak sulungnya itu.

Eliza mengatakan, Diki sudah meminta izin untuk ikut sang ayah ke ladang. "Saya bingung karena saya tidak membawa siapa-siapa pada waktu itu," kata Mulyono.

Dia mengatakan, kalau siang Diki bersama adiknya belajar mengaji di tempat pendidikan Al Quran.

Namun, sebelum masuk kelas, korban biasanya bermain bersama teman-temannya.

Ia memperkirakan, sebelum masuk, anaknya bermain kelereng bersama teman di halaman masjid depan TPA.

"Jadi, saya tidak menyimpan kekhawatiran terhadap keberadaan Diki sedikit pun kalau sampai terjadi apa-apa," katanya.

Namun, hingga menjelang maghrib, Diki tak kunjung pulang. Karena Diki belum menampakkan diri di rumah, Mulyono pun memanggil orang-orang untuk mencari Diki bersama polisi dan tim SAR.

Diki ditemukan Rabu malam sekitar pukul 21.00. Ia dikebumikan Kamis pukul 10.00. Demikian catatan online Blogger Sejati tentang Banjir di Kota Singkawang.

Perguruan Tinggi Swasta

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD terus menertibakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dianggap menyalahi aturan yang telah ditetapkan. Setidaknya dalam tiga bulan terakhir ini sudah lima PTS ditarget segera ditertibkan. Koordinator Kopertis Wilayah I Prof H Moehammad Nawawiy Loebis menegaskan, kelima PTS itu berada di Sumut dan Aceh diduga telah menyalahi aturan.

Seperti menyelenggarakan pendidikan kelas jauh.Perlu diketahui,selama ini pemerintah hanya mengakui program pendidikan kelas jauh dari Universitas Terbuka (UT). “Saat ini banyak PTS membuka belajar kelas jauh, tidak sesuai dengan izin tempat penyelenggaraan proses pembelajarannya,” ujar Moehammad, kemarin. Disebutkannya, dari lima PTS itu tiga di antaranya merupakan PTS yang berada di Sumut.

Fungsi Kopertis saat ini hanya diberi wewenang untuk melakukan pengawasan, pembinaan dan pengendalian (wasdalbin) terhadap PTS. Namun karena tidak memberikan sanksi hukuman, maka sejumlah PTS tersebut masih tetap melakukan operasional kelas jauh. Untuk itu pihaknya juga masih menunggu laporan pengaduan dari masyarakat tentang keberadaan PTS melakukan proses pembelajaran yang tidak tepat. “Kami mengharapkan peran media massa sangat besar untuk membantu Kopertis selaku perpanjangan tangan pemerintah di provinsi dalam mengambil tindakan tegas,”ujarnya. Menurutnya,PTS yang membuka belajar kelas jauh itu kebanyakan berasal dari fakultas keguruan ilmu pendidikan (FKIP). Nawawiy juga menyatakan keprihatinan atas ketidakhati- hatian para mahasiswa saatmemilihperguruan tinggi yang tidak mempunyai izin.

Dalam hal ini bukan hanya PTS saja yang akan diberikan tindakan, tapi pemakai ijazahnya juga akan dikenakanhukuman.“ Dalamwaktudekat ini kita akan menindak lima PTS di Sumut yang dinilai tidak sesuai ketentuan berlaku, demikian catatan online Blogger Sejati tentang Perguruan Tinggi Swasta.

 
Copyright © 2015 Blogger Sejati All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho